Presidensi G20 Indonesia 2022 Menurut Bank Indonesia (BI)

Presidensi G20 Indonesia 2022 Menurut Bank Indonesia (BI)

Dimulai pada 1 Desember 2021 Indonesia menjabat sebagai presidensi G20 untuk pertama kalinya sejak dibentuknya forum ini pada 1999 yang lalu. Indonesia menjadi presiden G20 ke-17 serta selama itu dilakukan serangkaian pertemuan yang mana Indonesia memegang andil menentukan topik pembahasan forum.

Gubernur Bank Indonesia (BI) yang juga terlibat dalam G20 mengajak seluruh anggota-anggota negara ini untuk bekerja sama dukung pemulihan perekonomian global supaya dunia bisa tumbuh secara berkelanjutan, seimbang serta inklusif.

Agenda Prioritas yang Dibahas Dalam Presidensi Indonesia Untuk G20

Pada pertemuan ketiganya di bawah presidensi G20 Menteri keuangan dan Gubernur Bank Indonesia menyelesaikan pertemuannya dengan membahas agenda prioritas untuk G20. Hal itu terdiri dari :

Ekonomi Global

Diskusi pada permasalahannya ini mencangkup 2 topik utama, yaitu situasi ekonomi saat ini serta tantangannya, termasuk pada Covid-19, perang Ukraina pada prospek perekonomian dunia. Terlebih lagi juga pada inflasi global, ketahanan pangan dan juga energi; serta exit strategi dan scarring effect oleh pandemi.

Semua permasalahan ini memicu adanya peningkatan inflasi serta ancaman pada ketahanan pangan apalagi pada kelompok negara rendah atau rentan.

Kesehatan Global

Pada Isu ini semua anggota G20 menekankan komitmen bahwa yang terpenting adalah mengutamakan aksi kolektif serta terkoordinasi guna pengendalian pandemi. Lalu dibahas mengenai tata kelola FIF juga mengikutsertakan peran WHO yang berkiblat kepada semangat G20 untuk negara-negara dengan penghasilan rendah hingga menengah.

Isu Keuangan Berkelanjutan

Keuangan Berkelanjutan dinilai akan berperan penting guna memulihkan ekonomi global yang lebih baik, tangguh serta inklusif dan dalam rangka mencapai agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan.

“Bank Indonesia memiliki optimistis pada ekonomian 2022, walaupun di masa mendatang harus menghadapi resiko yang bisa ditilik dari navigasi ekonomi. Motivasi ini harus terus dibangun, termasuk di dalam Presidensi G20 Indonesia,” seperti itulah yang dijelaskan gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (27/1)

Masalah Sektor Keuangan

Pelaksanaan pertemuan anggota G20 di Indonesia ini membahas persoalan exit strategy dari pandemi untuk mendukung pemulihan agar keuangan global kembali stabil. Hal ini diupayakan untuk mengatasi rentannya Lembaga keuangan Non-Bank (NBFBI), risiko terkait keuangan untuk iklim; aset kripto; inklusi serta digitalisasi keuangan.

Indonesia kembali menegaskan bahwa G20 harus menyampaikan pesan jelas pada masyarakat dunia bahwa G20 akan memegang komitmen kuat dengan bertindak secara nyata untuk menjawab tantangan global saat ini.

Upaya peningkatan keuangan juga terdapat pada pariwisata, apalagi dengan kesempatan presidensi G20 kali ini. Indonesia harus membuktikan pada dunia lewat tourism day 2022 bersama dukungan seluruh rakyat Indonesia. Keberhasilan dalam meningkatkan pariwisatanya dapat dimulai dari dukungan Anda!

 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *