Mantan Pangkostrad Jadi Komisaris Independen Sky Energi

Mantan Pangkostrad Jadi Komisaris Independen Sky Energi

Pemegang saham PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) menyepakati perubahan jajaran dewan direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Perseroan, Cicadas, Bogor, Jumat, 2 Oktober 2020. Di jajaran dewan komisaris, perubahan ditandai dengan masuknya mantan Pankostrad Burhanudin Amin sebagai komisaris independen bersama dengan Jackson Tandiono sebagai komisaris utama. Di jajaran dewan direksi, perubahan posisi yang terjadi adalah, Christoper Liawan yang sebelum adalah Komisaris kini menduduki posisi Direktur Utama, bersama dengan Pui Siat Ha sebagai Direktur, dan Naoki Ishikawa sebagai Direktur.

“Pada RUPSLB kali ini para pemegang saham sepakat melakukan right issues dan perubahan susunan manajemen. Di dewan direksi ada saya yang ditunjuk sebegai Direktur Utama, bersama Ibu Pui Siat Ha sebagai Direktur, dan Bapak Naoki Ishikawa sebagai Direktur," kata Direktur Utama PT Sky Energi Indonesia Tbk, Christoper Liawan, Jumat (2/10) di Bogor. Masuknya Burhanudin Amin sebagai Komisaris Independen perusahaan energi dan produsen panel surya dan modul surya akan memberikan kontribusi positif bagi perseroan. Burhanudin Amin sebelumnya dikenal adalah perwira tinggi TNI dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (purnawirawan).

Pria kelahiran Empat Lawang, 5 Nopember 1952 ini, jabatan terakhir sebelum pensiun adalah Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad, Februari 2010 – September 2010). “Pada masa masih aktif sebagai tentara, beliau telah bertugas di berbagai pelosok di tanah air. Dengan pengalaman itu semoga bisa memberikan pertimbangan bagi perseroan yang saat ini mengerjakan berbagai proyek energi di berbagai pelosok tanah air,” kata Christoper Liawan. Agenda RUPSLB selain perubahan susunan managemen adalah rapat persetujuan pemegang saham untuk aksi korporasi melakukan penambahan modal perseroan melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), dan pengumuman direksi JSKY yang kini ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal APAMSI (Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia).

Dalam RUPSLB para pemegang saham telah menyetujui korporasi melakukan penambahan modal perseroan melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issues. Dengan menerbitkan saham baru sebanyak 199.188.920 lembar. Saham baru ini ditawarkan ke publik seharga Rp 500 per lembar, pada harga nominal Rp 50 per lembar. Penerbitan saham baru ini akan diikuti dengan penerbitan waran sejumlah 707.120.666.

Dengan penawaran waran Rp 650 dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh yang dapat dikonversikan menjadi kepemilikan saham sebanyak banyaknya 35% dari jumlah saham yang telah ditepatkan dan disetor penuh, melalui mekanisme HMETD. Dengan penerbitan saham baru ini, JSKY menargetkan akan mendapatkan tambahan modal yang dihimpun sebanyak Rp 99,59 miliar. Rencana JSKY seluruh dana yang terhimpun akan digunakan untuk penambahan modal kerja perseroan setelah dikurangi biaya biaya emisi.

“Penambahan modal kerja ini akan digunakan untuk memulai operasional pabrik kedua kami di Cisalak, Depok. Untuk meningkatkan kapasitas produksi panel surya dan modul surya JSKY. Ini untuk memenuhi pasar ekspor yang terus meningkat, seiring trend peningkatan konsumsi energi bersih secara global,” tambah Direktur Utama JSKY, Christoper Liawan. Didirikan pada 2008, PT Sky Energy Indonesia Tbk, saat ini telah memproduksi panel surya (solar cell) dan modul surya (solar module) dengan kapasitas produksi 100 Megawatt (MW) panel surya dan 200 Megawatt (MW) modul surya per tahun. Melalui pabriknya di Cicadas, Bogor.

Pada akhir tahun ini JSKY berencana mulai mengoperasikan pabrik kedua di Cisalak, Depok. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, produk JSKY juga untuk di ekspor ke negara Kanada, Amerika Serikat, Jepang, China, Singapura, Jerman, dan Filandia.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *