Kisah Penyintas Covid-19, Awalnya Sehat hingga Alami Sesak Napas Parah hanya dalam Hitungan Hari

Kisah Penyintas Covid-19, Awalnya Sehat hingga Alami Sesak Napas Parah hanya dalam Hitungan Hari

Pria berumur 51 tahun itu sebelumnya tidak pernah tahu di mana dan dari siapa virus mematikan ini menginfeksi dirinya. Ibnu juga mengaku bahwa selama ini, dia selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang sudah ditetapkan dan tidak ada bepergian keluar kota. Bahkan selama ini, dia rutin menjaga pola hidup sehat dengan memperbanyak olahraga.

Namun harus diakui, kata dia, jabatannya sebagai Satpol PP Bontang memungkinkan dirinya menjadi orang yang rentan terpapar virus Corona. Di mana seperti diketahui, Satpol PP adalah satuan yang merupakan ganda terdepan penegak Peraturan Daerah. Yang dalam setiap aktivitasnya acap kali turun ke lapangan dan banyak berinteraksi dengan masyarakat, khususnya saat melakukan patroli prokes di tempat ramai.

"Iya tidak tahu dari mana terpapar, aktivitas kita kan sering kelapangan," ujarnya saat ditemui usai melaksanakan Apel gabungan di Lapangan Makodim 0809 Bontang, Minggu (31/01/2021). Selama ditetapkan sebagai pasien aktif Covid 19, dirinya menjalani perawatan selama 8 hari di Rumah sakit. Ia ceritakan, mulai merasakan gejala sebelum perayaan hari Natal 25 Desember 2020.

Tetapi dirinya baru melakukan pemeriksaan pada Senin awal masuk 2021. Saat itu pula, ia dinyatakan positif Covid 19, dengan kadar oksigen di dalam darahnya hanya 82 persen. Padahal minimal orang normal harusnya 95 persen hingga 100 persen, atau setara dengan 75 sampai 100 mmHg.

Tiga hari awal dirawat, dirinya mulai merasakan efek gejala sakit dari virus berbahaya ini. Yang ia rasakan layaknya seperti sakit tipes, demam, sesak napas, dan badanya ngilu seperti dilindas sesuatu. Di hari ke empat, puncak terparah dari virus ini mulai ia rasakan.

Sesak napas semakin parah, hingga terkapar di kamar mandi ruang tempat dirinya di isolasi. "Bayangin yang saya rasakan, ibarat kita mendaki Gunung sampai puncak hingga susah napas, terus tiba tiba mulutmu ditutup. Coba rasain. Begitu sudah yang saya rasakan," tuturnya. Bahkan ia mengaku dirinya sempat merasa akan meninggal, lantaran napas yang terlalu sesak dan kaki tak bisa bergerak berjalan.

Sekira 15 menit waktu yang dihabiskan untuk bersandar pada dinding kamar mandi sebelum ia keluar. "Saya melangkah keluar WC saya setengah jam hanya untuk tiga langkah. Setelah keluar saya sudah tidak bisa berjalan lagi. Kemudian perawat datang membantu, dalam keadaan saya sudah tidak bisa bicara," ujarnya. Berkat perawatan intensif dari pihak rumah sakit, kondisinya mulai membaik hingga di hari ke enam.

Bahkan kadar oksigen dalam darahnya pun merangkak naik hingga 94 persen. "Saturasi (kadar oksigen) saya pelan pelan naik, sampai 94, mungkin karena saya rajin olahraga serta makan makanan yang sehat. Apa aja saya makan. Saya paksa pokoknya," luasnya. Pun hari ke tujuh, ia akhirnya Ibnu (51) dinyatakan sembuh dari Virus Corona.

"Hari ketujuh saya sudah pulih, lalu hari ke delapan saya balik kerumah," pungkasnya. Dirinya pun berpesan agar masyarakat lebih waspada dan disiplin terhadap prokes, serta menjaga pola hidup sehat. "Jangan pernah berfikir kalau virus corona itu tidak ada, saya sudah alami gimana sakitnya karena terpapar. Jadi harus disiplin prokes karena OTG diluar sana itu banyak sekali, kita tidak pernah tau kita tertular dari siapa saja," tutupnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *